Skip to main content

(XV. INJIL ROMA)


“ SURAT ROMA “

 Oleh : Rahman Saputra Tamba



I. Pendahuluan



            Surat Roma, merupakan sebuah surat yang disampaikan oleh Paulus kepada jemaat yang ada di kota Roma. Surat ini juga merupakan surat yang terpanjang diantara surat-surat lain yang ada didalam Perjanjian Baru. Surat Roma ditulis di kota Korintus (Roma 15:32), tepatnya pada akhir perjalanan Paulus yang ketiga (Roma 15:25). Ketika Paulus menulis surat Roma, jemaat-jemaat yang ada banyak dilatarbelakangi kaum kristen Yahudi (4:1;7:4-6) dan kristen non Yahudi (1:5 dan 13;11:13). Menurut para ahli, penulisan surat Roma ditujukan dengan tujuan memberitakan firman (injil) (1:13-15, 15:18-28, 15;28), membela diri (14:1-15:6), pelayanan Rohani (pastoral) (14:1-15:6).




II. Hal-hal Menarik



            Didalam surat Roma, terdapat kutipan kalimat yang menurut saya begitu menarik hati, yakni : “ Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allah ku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu diseluruh dunia “ (1:8). Mengapa dikatakan begitu menarik ?. Pertama, karena kata-kata ini sering mengacu terhadap pengucapan syukur, kedua, mengacu pada permohonan, serta yang ketiga, mengacu pada kesehatan sipenerima surat. Kutipan kedua yang begitu menarik hati saya yakni didalam : (Roma 1:16c)Setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani “ Kutipan kalimat diatas jelas mengacu pada arti keselamatan. Dimana keselamatan yang ada, berlaku pada setiap orang yang percaya. Kata percaya atau iman didalam Perjanjian Baru, dan Perjanjian Lama mengacu pada kepercayaan hanya kepada Tuhan yang Esa (Ul 6.4 ; bnd Kis. 14:15;1 Tes. 1:8).  Ketiga yakni kutipan yang terdapat dalam (Roma 7:12) “Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik”. Kutipan ini merupakan jawaban atas celaan yang diterima Oleh Paulus (7a). Hukum disini diartikan kudus dan bukan berada dipihak dosa ataupun maut seperti yang biasa diartikan. Keempat, (Roma 10:10) “karena dengan hati orang percaya, dan dibenarkan, dan dengan mulut orang yang mengaku dan diselamatkan”. Ayat ini merupakan sambungan dari ayat sebelumnya. Didalam ayat ke (9), diceritakan tentang kata-kata “mulut dan hati” dimana kata percaya tertuju pada arti pembenaran, dan kata mengaku tertuju pada arti keselamatan. Kelima, dalam (Roma 13:14) “Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata perang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya”. Didalam pasal 13, terlihat jelas mengacu pada arti persekutuan, kematian, serta kebangkitan yang terjadi pada masa Yesus Kristus. Melalui proses-proses yang telah dilalui Yesus Kristus, kita akan lebih mengenal arti kehidupan yang ada. Keenam, Kutipan didalam (Roma 14:3) Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu”. Perikop ini mengacu terhadap pantangan atau larangan (golongan kuat). Hal yang menarik dijelaskan kalimat berikut yakni : Mengapa orang tidak makan (lemah) tidak boleh menghakimi orang yang makan (kuat)? Sebab Allah telah menerima orang itu. Dapat dijelaskan bahwa Allah telah menerima orang itu kedalam persekutuan orang percaya, jemaat orang kudus, yang telah disucikan oleh darah Yesus Kristus.

Comments