Skip to main content

(LVI. SIANTAR TAK LAGI SAMA)

SIANTAR TAK LAGI SAMA
Oleh: Rahman Saputra Tamba 


" Kritik Terhadap Kehidupan
Beragama "

Embel-Embel Kota Toleransi Pernah Disematkan Pada Kota Ini (IKT, 5,90 - 2017). Hal tersebut terlihat dalam keseharian masyarakat (Hal Peribadahan, Menghargai Perbedaan, & Hidup Berdampingan). - Ini Kisah Masa Lalu

Kini, Keberadaan Toleransi Kian Menipis Dikota Ini. Faktor Peribadahan Kian Mencuat Keranah Publik. Seperti Waktu Peribadahan Yang Kadang-Kadang Berlangsung Bersamaan Tiap Umat Bergama (Lari Dari Koridor Waktu Peribadahan).

Dalam Hal Menghargai Perbedaan, Sikap Egosentris Yang Kunjung Terlihat. Pihak Satu Menekan Pihak Lainnya Terkait Hal Berpakaian. Sikap Pembenaran Akan Suatu Ajaran Akhirnya Menjadi Pedoman Bagi Kelompok Tertentu.

Hidup Berdampingan Kian Sulit Dilihat Dalam Keseharian. Kini Ia Hanya Dapat Ditemui Dalam Acara - Acara Yang Penuh Dengan Pencitraan. Malah Ragam Masalah Yang Selalu Berdampingan Diantara Masyarakat Beragama.

Apa Yang Hendak Dikatakan, Ketika Keragaman Mulai Luntur Secara Perlahan ?. Hanya Ini Yang Bisa Kukatakan Untuk Sebuah Kota Mantan Toleran Yang Tergantikan.

Comments

Popular posts from this blog

(LX. SAKRAMEN BAPTISAN DI HKBP)

SAKRAMEN BAPTISAN DI HKBP  I. Pendahuluan             Baptisan merupakan salah satu sakramen yang diperintahkan oleh Yesus sendiri dalam Amanat AgungNya. Oleh karena itu gereja melayankan baptisan sebagai salah satu sakramen bagi orang percaya.             Kata “baptis” berasal dari Bahasa Yunani, “baptizo” yang artinya: mencelupkan ke dalam air ataupun memasukkan ke dalam air. Pemandian ke dalam air baru menjadi “baptisan” apabila dilaksanakan dengan upacara seremonial yang khusus. [1] Baptisan yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus, yaitu baptisan yang berlaku di tengah-tengah gereja, bukan hanya menunjuk pada Kerajaan Allah yang masih akan datang, melainkan menjadi bukti dan mengukuhkan perwujudan atas kedatangan Kristus ke dunia. [2] HKBP sebagai salah satu gereja Tuhan di Indonesia mengakui dan melayankan Baptisan Kudus sebagai salah satu sakramen di samp...

(LXXV. MENGENAL PDT. DR. ROBINSON RAJAGUKGUK, MST, M.Th DAN PEMIKIRAN TEOLOGISNYA)

MENGENAL PDT. DR. ROBINSON RAJAGUKGUK, MST, M.Th DAN PEMIKIRAN TEOLOGISNYA [1] 1. Biografi. Pdt. DR. Robinson Rajagukguk, MST, ThM. Lahir di Sarulla, 8 Agustus 1946. Menikah dengan Erlina br Siregar dan dikarunia satu anak perempuan dan satu laki-laki.   Beliau memperoleh   Sarjana Theologia tahun 1968 dari Fakultas Theologi Universitas HKBP Nomensen, Pematangsiantar. Selanjutnya beliau melanjutkan pendidikannya dan memperoleh   Master of Sacred Theology (MST) tahun 1973, dari Corcodia Seminary , St. Louis , USA . Belau juga sekolah kembali dan memperoleh gelar Master of Theology (MTh) tahun 1988, di Lutheran Scool of Theology at Chicago , USA . Tidak puas hanya di sana , beliau melanjutkan pendidikannya dan berhasil meraih gelar Doctor of Theology (ThD) tahun 1991, di Lutheran School of Theology at Chicago , USA . Beliau mempunyai banyak pengalaman di HKBP maupuan di luar HKBP, diantaranya adalah sebagai berikut: Tahun 1968, menjadi Pendeta Pr...

(LXXX. MENGENAL DS. DR. TUNGGUL SUMUNTUL SIHOMBING & PEMIKIRAN TEOLOGISNYA)

MENGENAL DS. DR. TUNGGUL SUMUNTUL SIHOMBING & PEMIKIRAN TEOLOGISNYA Biografi Pendeta Dr. Tunggul Sumuntul Sihombing lahir, lahir tanggal 8 November 1915 di desa banuahulu, Butar, Siborongborong, Tapanuli Utara, kampung asal kakek-moyangnya. [1] T.S. Sihombing meninggal dunia di jakarta   tanggal 2 Mei 1988 dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta . Ayahnya bernama Alexander Sihombing dan ibunya Kristina boru Silitonga berasal dari kampung Lumbansoit Sipoholon. Istri bernama Sinta Omas boru Panjaitan.   Sumber keluarga mengatakan bahwa anak pertama dan kedua keluarga Alexander meninggal dunia ketika masih bayi. Sehingga ketika Tunggul Sihombing dilahirkan ia dititipkan secara simbolik menjadi anak satu kelurga kerabat yang tidak pernah kematian anak bayi yaitu keluarga Guru Jonathan Nababan. I. Masa pendidikan dasar dan lanjutan pertama.             Pada tahun 1922 Tunggul berumur enam setengah t...